Mobil listrik (EV) dari Tiongkok telah menjadi kekuatan dominan di pasar Asia Tenggara, mengganggu dominasi produsen tradisional Jepang dan Korea Selatan. Keunggulan mereka terletak pada harga yang sangat kompetitif, teknologi baterai yang matang, dan kecepatan adaptasi terhadap preferensi konsumen lokal. Strategi harga yang agresif telah membuat EV lebih terjangkau bagi konsumen kelas menengah di kawasan ini.
Produsen Tiongkok tidak hanya menjual mobil, tetapi juga membangun ekosistem pendukung, termasuk kerja sama dengan operator pengisian daya lokal dan menyediakan suku cadang yang mudah diakses. Mereka memanfaatkan rantai pasokan baterai Tiongkok yang kuat, yang memberikan keunggulan biaya yang signifikan dibandingkan pesaing global lainnya.
Produsen Jepang dan Korea kini berjuang untuk mengejar ketertinggalan, baik dalam hal harga maupun variasi model EV yang ditawarkan di pasar Asia Tenggara. Ini memaksa mereka untuk mempercepat investasi dan peluncuran model yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar regional.
Dominasi EV Tiongkok di Asia Tenggara menunjukkan pergeseran lanskap otomotif yang cepat. Pemerintah di kawasan ini juga berperan, memberikan insentif pajak dan subsidi yang, secara tidak langsung, menguntungkan produsen yang mampu memasok EV dalam volume besar dengan harga terjangkau.
Mobil listrik Tiongkok mendominasi pasar Asia Tenggara berkat harga yang kompetitif, teknologi baterai matang, dan kecepatan adaptasi, memaksa produsen tradisional Asia lainnya untuk mempercepat investasi EV mereka.

