Fenomena Quiet Luxury ala Korea: Gaya Berpakaian Minimalis Tapi Berkelas

Fenomena Quiet Luxury ala Korea: Gaya Berpakaian Minimalis Tapi Berkelas

0 0
Read Time:1 Minute, 9 Second

Fenomena Quiet Luxury (Kemewahan Senyap), yang menekankan kualitas, detail, dan desain abadi alih-alih logo yang mencolok, telah diadopsi dan diinterpretasikan secara unik di Korea Selatan. Gaya ini menjadi identitas baru bagi kalangan profesional muda yang ingin menampilkan status dan selera berkelas melalui pakaian minimalis namun memiliki kualitas premium dan pengerjaan yang sempurna.

Quiet Luxury Korea, sering disebut sebagai Minimalist Chic, berakar pada apresiasi terhadap bahan berkualitas tinggi seperti wol kasmir, sutra, atau kulit asli, dengan palet warna netral yang dominan (beige, navy, abu-abu, hitam). Pakaian dirancang dengan potongan (cutting) yang sempurna dan fit yang rapi, yang secara halus mengkomunikasikan kemewahan tanpa perlu label merek yang jelas.

Gaya ini mendapatkan popularitasnya di Korea sebagai reaksi terhadap tren logomania yang berlebihan. Ini adalah pernyataan bahwa nilai sejati terletak pada substansi dan kehalusan, bukan pada branding yang agresif. Pilihan ini juga selaras dengan etos kerja Korea yang menghargai penampilan profesional dan berwibawa.

Pada intinya, Quiet Luxury adalah investasi pada pakaian serbaguna dan tahan lama yang dapat dipadupadankan, mengurangi konsumsi cepat (fast fashion). Bagi masyarakat Korea, ini adalah cara yang elegan dan bijaksana untuk berpartisipasi dalam dunia mode sambil memprioritaskan kualitas dan umur panjang gaya personal.

Intisari: Quiet Luxury ala Korea adalah gaya berpakaian minimalis yang berfokus pada kualitas bahan premium dan cutting sempurna tanpa logo mencolok; Ini adalah pernyataan menolak logomania dan berinvestasi pada mode abadi yang menampilkan selera berkelas.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %